
Senin, 07 Maret 2016
Orang Yang Enggan Masuk Surga
Orang Yang Enggan Masuk Surga
Oleh : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baaz rahimahullah
Soal :
Terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , bahwa Nabishallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل ومن يأبى يا رسول
الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى
“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali
orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya,
siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda,
“Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku
sungguh dia orang yang enggan masuk surga“
Tolong terangkan kepada kami makna hadits tersebut. Jazaakumullah
khair.
Jawab :
Hadits ini hadits yang shahih, diriwaytakan oleh Imam
Bukhari dalam kitab shahihnya. Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa
beliau bersabda,
“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali
orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya,
siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa
mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang
yang enggan masuk surga “ (H.R Bukhari)
Makna hadits ini bahwasanya umat beliau yang mentaati
dan mengikuti petunjuk beliau akan masuk surga. Barangsiapa yang tidak mengikutinya
berarti dia enggan masuk surga. Barangsiapa yang mengikuti Rasul shallallahu
‘alaihi wa sallam dan mentauhidkan Allah serta istiqomah dalam syariat
Allah serta menunaikan shalat, menunanaikan zakat, melaksanakan puasa Ramadhan,
berbakti kepada kedua orangtua, menjaga dari perkara yang Allah haramkan
seperti perbuatan zina, meminum minuman yang memabukkan, dan perkara haram
lainnya, maka akan masuk ke dalam surga. Karena orang tersebut telah mengikuti
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun orang yang enggan dan
tidak mau mentaati syariat maka maknanya orang tersebut enggan untuk masuk
surga. Orang tersebut telah mencegah dirinya untuk masuk ke dalam surga dengan
amal keburukan yang dia lakukan. Inilah yang dimaksud makna hadits di atas.
Wajib bagi setiap muslim untuk mentaati syariat Allah,
serta mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam
setiap syariat yang beliau bawa. Beliau adalah Rasulullah yang hak, penutup
para Nabi ‘alaihis shalatu wa salaam. Allah Ta’ala telah
berfirman tentang Nabi-Nya,
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي
يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai
Allah, ikutilah aku, niscaya Allah menyayangimu dan mengampuni dosa-dosamu.”
(QS. Ali ‘Imran :31)
Mencintai Rasulullah adalah di antara sebab timbulnya
rasa cinta Allah kepada hamba-Nya dan juga sebab datangnya ampunan, serta sebab
masuknya hamba ke dalam surga. Adapun bermaksiat kepada beliau dan menyelisihi
beliau merupakan sebab kemurkaan Allah dan sebab terjerumusnya seseorang ke
dalam neraka. Barangsiapa melakukan yang demikian itu, dia enggan untuk masuk
ke dalam surga. Barangsiapa yang menolak untuk mentaati rasul shallallahu
‘alaihi wa sallam maka dia telah enggan untuk masuk surga.
Wajib bagi setiap muslim, bahkan bagi seluruh penduduk
bumi, baik laki-laki maupun perempuan, baik jin maupun manusia, seluruhnya
wajib mentaati syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
mengikuti beliau, melaksanakan perintah beliau, dan menjahui seluruh apa yang
beliau larang. Ini merupakan sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Allah Ta’ala berfirman,
مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ
“Barangsiapa yang mentaati Rasul sesungguhnya ia
telah mentaati Allah “ (QS. An Nisa: 80)
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِن
تَوَلَّوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ وَإِن
تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
“Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada
Rasul. dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa
yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa
yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat
petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat
Allah) dengan sejelas-jelasnya” (QS. An Nur: 54)
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ
إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ
إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ
الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ
تَهْتَدُونَ
“Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah
utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan
bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan
mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang
beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan
ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk“(Al A’raf: 158)
Dalam ayat sebelumnya Allah Ta’ala berfirman
فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ
وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Maka orang-orang yang beriman kepadanya.
memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan
kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al
A’raf: 57)
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ
فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah.
Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya” (QS. Al Hasyr:7)
Ayat-ayat yang semakna dengan ini sangat banyak. Maka
wajib bagi setiap orang yang mau berpikir dan bagi setiap muslim untuk
mentauhidkan Alah dan komitmen di atas ajaran agama Islam, mentatai rasul shallallahu
‘alaihi wa sallam, serta mentaati perintah beliau, menjauhi apa yang beliau
larang. Itu semua merupakan sebab masuk ke dalam surga dan jalan menuju surga.
Adapun barangsiapa menolak untuk melakukkannya maka orang tersebut telah enggan
untuk masuk surga.
Hanya kepada Allah kita memohon keselamatan.
*****



Unknown


0 komentar:
Posting Komentar